2 comments on “PLEGMATIS

  1. Saya koleris-melankolis. Mempunyai pasangan seorang sanguin-plegmatis.
    Akhir2 ini, pasangan saya menghadapi situasi yang sulit. Begitu pun saya. Kami sama2 sedang stres dengn urusan kami masing-masing.

    Dalam kondisi seperti ini, saya membuat kesalahan dngan melakukan hal-hal yg tidak dia sukai karena mengganggo zona damainya. Saya menjadi terlalu menuntut perhatian sedgkan dia sedang berada dalam kondisi ingin menyendiri.

    Saya bisa merasakan dia sedang tidak ingin bersama saya, tapi hal tersebut membuat koleris saya keluar..saya takut kehilangan. Bukannya menjaga jarak agar zona damainya bisa kembali, saya malah terus mendekatinya sehingga dia gerah dan akhirnya sangat marah. Kemudian dia memutuskan saya.

    Saya sangat menyesal.. bisakah dia memaafkan dan menerima saya kembali? Karena yang pernah saya baca, jika seorang plegmatis dibuat marah, artinya dia benar2 marah dan sulit memaafkan.
    Apakah mungkin dia akan memaafkan dan kami kembali bersama? Apa yang harus saya lakukan? Saat ini saya menahan diri untuk tidak menghubunginya. Saya menghormati kehidupannya. Saya menyesal mengapa bisa sebodoh itu..kehilangan logika karena stres dan ego.

    Mohon pendapat atau saran dari para plegmatis..

    tks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s